Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir (kanan) diabadikan bersama Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara, Gusmiyadi (kiri)
KitaMonitir – BINJAI | Sosok Gusmiyadi kian diperhitungkan di panggung organisasi dan politik Sumatera Utara. Terbaru, ia resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara, sebuah mandat strategis yang menempatkannya di garis depan perjuangan petani.
Penunjukan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dalam Rapat Konsolidasi yang dirangkai dengan dialog terbuka bersama petani Binjai dan Langkat, Jumat (24/4/2026).
“Berdasarkan pertimbangan matang bersama Dewan Pembina, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, kami menetapkan Saudara Gusmiyadi sebagai Ketua DPW Sumatera Utara,” tegas Don Muzakir.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Selain dikenal sebagai anggota Komisi A DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra, Gusmiyadi dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan, kedekatan dengan akar rumput, serta visi kuat dalam membangun kemandirian petani. Ia juga dianggap sosok yang tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan pasca wafatnya almarhum Muhammad Husni.
Di tangan Gusmiyadi, harapan besar disematkan. Ia diminta mampu memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa, menjaga soliditas kader, serta mengawal program strategis nasional, khususnya agenda ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.
Tak butuh waktu lama, Gusmiyadi langsung menunjukkan arah kepemimpinannya. Dengan tegas ia menyatakan komitmennya membangun organisasi yang solid dan progresif, sekaligus mendorong transformasi sektor pertanian di Sumatera Utara.
“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kita tidak hanya bicara produksi, tapi juga kesejahteraan petani dan daya saing,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia memaparkan, saat ini struktur organisasi Tani Merdeka baru menjangkau 30 dari 33 kabupaten/kota di Sumut, dengan penetrasi yang masih terbatas di tingkat kecamatan dan desa. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang siap ia jawab.
Dua langkah strategis langsung digagas: memperkuat kapasitas organisasi hingga akar rumput serta meningkatkan kualitas SDM petani melalui penguasaan teknologi pertanian modern.
Lebih dari itu, Gusmiyadi juga berkomitmen menjadikan Tani Merdeka sebagai rumah besar petani—tempat aspirasi didengar, kebutuhan diperjuangkan, dan hasil produksi difasilitasi.
“Kalau petani kita solid dan berkualitas, maka swasembada pangan bukan sekadar mimpi, tapi keniscayaan,” tegasnya.
Dengan rekam jejak, jaringan politik, dan visi yang terukur, Gusmiyadi tampil sebagai figur sentral baru dalam gerakan pertanian Sumatera Utara—pemimpin yang tak hanya bicara, tetapi bergerak dan membuktikan.KMN-Zai

