Pasca Gudang Pupuk Dibakar, 30 SST Brimob Dikerahkan ke PT Sibulan Estate, Kapolres Turun Tangan
KitaMonitor – SERDANG BEDAGAI | Situasi keamanan di kawasan PT Sibulan Estate, Desa Sibulan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, mendapat pengamanan ketat pasca aksi pembakaran gudang pupuk dan pengerusakan sejumlah aset perusahaan yang terjadi sebelumnya.
Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya turun langsung meninjau lokasi pada Jumat (7/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung sejumlah bangunan dan fasilitas perusahaan yang terdampak aksi massa, mulai dari gudang pupuk, kantor kebun, hingga rumah manajer.
Di lokasi, tim Inafis gabungan Polda Sumatera Utara dan Polres Tebing Tinggi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah titik yang berkaitan dengan rangkaian peristiwa tersebut.
Petugas memeriksa lokasi awal Panda Saragih (38), pria yang sebelumnya diamankan oleh petugas keamanan perusahaan. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke klinik tempat Panda sempat dibawa, gudang pupuk yang terbakar, kantor kebun, hingga kawasan perumahan perusahaan yang mengalami kerusakan.
Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya mengatakan, personel kepolisian bersama Brimob disiagakan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca kejadian.
“Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Panda Saragih. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Rina.
Menurutnya, langkah mitigasi terus dilakukan guna mencegah terjadinya peristiwa serupa. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Upaya kita selain mitigasi, tentu melakukan langkah-langkah agar tidak terjadi lagi hal-hal serupa. Kami berharap masyarakat tetap menjaga Kamtibmas dan tidak terpengaruh informasi yang belum tentu kebenarannya,” katanya.
Untuk menjaga kondisi tetap kondusif, aparat gabungan menyiagakan 30 Satuan Setingkat Peleton (SST) Brimob serta 90 personel Polres Tebing Tinggi di sekitar lokasi.
Kabag Ops Polres Tebing Tinggi Kompol Herliandri mengatakan, pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memastikan situasi keamanan kembali normal.
“Kita pastikan situasi Kamtibmas berjalan normal pasca peristiwa kemarin,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Legal PT Sibulan Estate, Ritonga, memastikan pihak perusahaan akan menempuh jalur hukum terkait kerusakan sejumlah aset perusahaan.
“Kalau melaporkan ini kami pasti melaporkan, karena yang namanya pengerusakan pasti dilaporkan. Mengenai adanya temuan tindak pidana ke depannya nanti akan menjadi pertimbangan sesuai arahan manajemen,” katanya.
Ia menyebut sejumlah fasilitas perusahaan mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Di antaranya perumahan staf, mes, kantor kebun, gudang pupuk yang dibakar, dua unit kendaraan, serta sejumlah laptop.
Ritonga menjelaskan, rangkaian kejadian disebut bermula ketika tim keamanan perusahaan mendapati dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) di areal perkebunan.
Petugas keamanan kemudian melakukan pengejaran terhadap orang yang diduga terlibat. Menurut keterangan yang diterima pihak perusahaan dari tim security, terjadi perlawanan ketika proses pengejaran dan pengamanan berlangsung.
“Kalau sejauh ini yang kami terima dari tim security, saat melihat dugaan pencurian di lapangan kemudian dilakukan pengejaran, terduga pelaku melakukan perlawanan dengan menyerang tim keamanan. Mengenai kekerasan, tidak ada dilakukan tim keamanan kami,” jelasnya.
Dalam proses pengamanan tersebut, pihak security juga disebut mengamankan TBS yang diduga berkaitan dengan peristiwa pencurian. Namun, jumlah barang bukti tersebut masih belum dapat dipastikan.
Sementara itu, Sri Bidan, pihak yang sempat menerima Panda Saragih di kliniknya, mengungkapkan kondisi Panda saat tiba sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan lemas.
Sri mengatakan, Panda dibawa menggunakan kendaraan dan saat dirinya melakukan pemeriksaan, korban tidak turun dari mobil.
“Korban saya pegang di dalam mobil sudah dalam kondisi pingsan dan lemas. Saya periksa sekitar dua menit dan korban tidak turun dari mobil. Saya bilang cepat bawa ke rumah sakit,” ungkap Sri.
Menurut Sri, Panda tiba di kliniknya sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan singkat, korban kemudian diminta segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Hingga kini, rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya Panda Saragih serta aksi pembakaran dan pengerusakan sejumlah aset PT Sibulan Estate masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.
Olah TKP oleh tim Inafis gabungan Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi di sejumlah titik diharapkan dapat membantu mengungkap secara terang rangkaian kejadian, termasuk penyebab kematian Panda Saragih serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan aset perusahaan.
Kepolisian juga mengimbau seluruh pihak menahan diri dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar situasi di kawasan tersebut tetap aman dan kondusif.KMN-Rahmad

