Gudang Pupuk Dibakar, Kantor Kebun Dirusak! Brimob Diterjunkan Amankan PT Sibulan Estate
KitaMonitor – SERDANG BEDAGAI | Situasi di sekitar areal perkebunan PT Sibulan Estate, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, masih dalam penjagaan ketat pascaaksi pembakaran gudang pupuk dan perusakan kantor kebun yang diduga dilakukan massa, Kamis (6/8/2026).
Tiga unit truk personel Brimob Yon B Tebing Tinggi terlihat berada di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan sekaligus menjaga keamanan di kawasan perkebunan.
Kericuhan tersebut disebut bermula setelah petugas keamanan perusahaan mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, massa kemudian tersulut emosi karena adanya dugaan penganiayaan terhadap pria yang diamankan tersebut hingga meninggal dunia.
Namun, informasi mengenai dugaan korban meninggal dunia tersebut hingga kini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen PT Sibulan Estate.
“Kemarahan massa dipicu karena diduga security menganiaya pelaku pencuri tandan buah segar (TBS) hingga meninggal dunia. Selain diketahui bahwa gudang dibakar massa, kantor kebun perusahaan juga mengalami kerusakan dalam aksi tersebut,” ungkap seorang warga di sekitar lokasi.
Situasi pascakejadian pun masih menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan di lapangan, personel Brimob tidak hanya melakukan penjagaan di sekitar lokasi yang mengalami kerusakan, tetapi turut mengawal aktivitas panen dan pengangkutan TBS yang dilakukan pihak perkebunan.
Pengawalan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penjarahan atau gangguan keamanan ketika pihak kebun kembali melakukan aktivitas di areal perkebunan.
Di lokasi gudang pupuk, sisa-sisa kejadian masih terlihat. Asap dilaporkan masih mengepul dari bagian gudang, sementara aroma menyengat tercium di sekitar area tersebut.
Kerusakan juga tampak pada sejumlah fasilitas perkebunan.
Pada bagian luar kantor kebun dan rumah dinas manajer, serpihan kaca jendela terlihat berserakan. Sejumlah pot bunga juga mengalami kerusakan akibat aksi tersebut.
Kondisi itu menggambarkan situasi yang sempat memanas di kawasan perkebunan tersebut.
Di sisi lain, keberadaan personel Brimob menunjukkan aparat masih menempatkan kawasan PT Sibulan Estate sebagai titik yang membutuhkan pengamanan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap kejadian, termasuk kepastian terkait informasi adanya korban meninggal dunia yang disebut-sebut menjadi pemicu kemarahan massa.
Pihak PT Sibulan Estate juga belum memberikan keterangan resmi terkait kerugian akibat pembakaran gudang pupuk, kerusakan kantor kebun maupun rumah dinas manajer.
Kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum aksi pembakaran dan perusakan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.
Sebab, di balik gudang yang terbakar dan kaca-kaca yang pecah, terdapat satu pertanyaan besar yang kini menunggu jawaban: apa sebenarnya yang terjadi terhadap pria yang diamankan petugas keamanan sebelum massa bergerak?KMN-Rahmad

