Deli Serdang Kembali Bersinar di Panggung Nasional, Raih Terbaik II PPD 2026
KitaMonitor – JAKARTA | Kabupaten Deli Serdang kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pembangunan daerah, Deli Serdang berhasil meraih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional Tahun 2026 kategori kabupaten.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, kepada Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Capaian tersebut menjadi pengakuan terhadap kualitas perencanaan sekaligus kinerja pembangunan Deli Serdang yang dinilai mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa kualitas perencanaan pembangunan Deli Serdang semakin baik. Tentunya penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya dan seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas kerja dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujar Asri Ludin Tambunan.
Bupati yang hadir bersama Ketua TP PKK Deli Serdang serta jajaran perangkat daerah terkait itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan masyarakat yang selama ini mendukung proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
“Terima kasih kepada masyarakat dan seluruh perangkat ASN. Alhamdulillah kita bisa meraih terbaik kedua penghargaan nasional. Ini menjadi modal kita untuk merencanakan berbagai program yang terus berdampak untuk masyarakat Deli Serdang,” katanya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan, PPD tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan kepada daerah. Lebih dari itu, penghargaan tersebut merupakan pemacu agar pemerintah daerah terus memperbaiki kualitas pembangunan dan bekerja lebih keras dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Penghargaan yang sederhana itu bukan hadiah, tapi pemacu supaya bekerja lebih keras lagi,” tegas Rachmat.
Menurutnya, pembangunan nasional pada dasarnya merupakan agregasi dari pembangunan di daerah. Karena itu, perencanaan pembangunan nasional harus mampu diterjemahkan secara konsisten hingga tingkat daerah dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
PPD sendiri telah dilaksanakan sejak 2011 dan sebelumnya dikenal dengan nama Anugerah Pangripta Nusantara (APN). Penghargaan ini menjadi salah satu instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas perencanaan sekaligus kinerja pembangunan daerah serta menjadi ruang pembelajaran antardaerah.
Bagi Deli Serdang, prestasi 2026 tersebut bukanlah catatan pertama di panggung nasional. Kabupaten ini sebelumnya pernah meraih peringkat pertama APN tingkat kabupaten/kota pada 2013, ketika Amri Tambunan menjabat sebagai Bupati Deli Serdang.
Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, menjelaskan, penilaian PPD 2026 tidak hanya melihat dokumen perencanaan, tetapi juga dampak serta kontribusi konkret program pembangunan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, inovasi dan program unggulan daerah yang mendukung tujuan pembangunan nasional turut menjadi bagian penting dalam penilaian, termasuk pembangunan sumber daya manusia.
Proses penilaian PPD 2026 diperkuat melalui tiga tahapan, yakni penilaian dokumen perencanaan, wawancara dan verifikasi lapangan, serta presentasi pemerintah daerah di hadapan Dewan Penilai.
Tahap presentasi tersebut menjadi penguatan dalam PPD 2026 untuk mengonfirmasi sekaligus mendalami capaian, strategi, inovasi, dan arah pembangunan yang dilakukan masing-masing daerah.
Pelaksanaan PPD 2026 diikuti seluruh 38 provinsi, 334 dari 415 kabupaten, serta 86 dari 94 kota. Proses penilaian melibatkan tim teknis lintas unit kerja Kementerian PPN/Bappenas, akademisi dan profesional independen, tim penilai utama, serta Dewan Penilai lintas kementerian dan lembaga.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, turut mengapresiasi pemerintah daerah penerima penghargaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
“Yang dinilai adalah bagaimana pemerintah daerah itu konsisten antara RPJM dan juga RPJMD. Saya pikir ini poin-poin yang penting yang perlu ditangkap oleh kita semua, bahwa konsistensi terhadap rencana itu sangat penting,” ujarnya.
Ribka juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam menyusun perencanaan pembangunan. Menurutnya, pembangunan berbasis data akan membuat program lebih terukur dan tepat dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
Hasil PPD tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan. Praktik baik yang ditemukan pada daerah penerima diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya untuk memperkuat kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan.
Dalam hasil penilaian PPD 2026 kategori kabupaten, Kabupaten Kendal menempati posisi Terbaik I, disusul Kabupaten Deli Serdang, Lampung Selatan, Sumedang, dan Sleman.
Untuk kategori kota, lima daerah terbaik berturut-turut adalah Surabaya, Manado, Pekalongan, Tangerang, dan Balikpapan.
Sementara kategori provinsi menempatkan Jawa Barat sebagai daerah terbaik pertama, disusul DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
Prestasi tersebut sekaligus menegaskan posisi Deli Serdang sebagai salah satu daerah yang mampu menjaga kualitas perencanaan dan mengarahkan pembangunan pada program yang memberikan dampak bagi masyarakat.KMN-Nasution

