BKM Masjid Agung Binjai Protes Keras: Pemko Dinilai Sepihak Relokasi PKL ke Halaman Masjid
KitaMonitor – BINJAI | Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Binjai melayangkan protes keras terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai yang dinilai sepihak merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) ke halaman masjid.
Humas BKM Masjid Agung, Bram Siregar, menegaskan kekecewaannya karena hingga kini tidak ada komunikasi maupun koordinasi dari pihak Pemko terkait rencana tersebut.
“Jelas kami kecewa. Sampai saat ini belum ada satu pihak pun dari Pemko yang berkoordinasi dengan kami sebagai pengurus BKM,” ujar Bram, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, keputusan itu justru memperumit kondisi di lingkungan masjid. Ia menjelaskan bahwa saat ini pihak pengurus sudah kesulitan mengatur kapasitas parkir, terutama pada hari Jumat ketika jumlah jamaah meningkat drastis.
“Untuk menampung kendaraan jamaah saja kami sudah kewalahan, apalagi kalau ditambah aktivitas PKL di dalam area masjid,” katanya.
Bram juga menilai kebijakan tersebut tidak tepat karena masjid merupakan rumah ibadah yang harus dijaga fungsi dan kenyamanannya. Ia menyebut langkah Pemko sebagai tindakan yang terkesan semena-mena.
“Ini rumah ibadah. Di sini sudah ada aktivitas yang harus kami atur dengan ketat. Jangan lagi ditambah beban baru yang justru mengganggu,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar Pemko tidak mengambil keputusan secara spontan tanpa mempertimbangkan dampak di lapangan, khususnya terhadap pengurus masjid.
“Jangan buat keputusan sepihak. Pikirkan juga dampaknya bagi kami. Ini sama saja membenturkan kami dengan para PKL,” tegasnya.
Bram menambahkan, jika relokasi tersebut merupakan bagian dari penegakan peraturan daerah, seharusnya Pemko tidak mengalihkan dampaknya ke pihak masjid tanpa kajian dan komunikasi terlebih dahulu.
“Pemko yang menggusur, kenapa kami yang harus menanggung dampaknya? Ini rumah kami, ranah kami. Seharusnya ada koordinasi dan penghargaan terhadap pengurus di sini,” pungkasnya.KMN-Zai

