Tak Ingin Dipuji, PJU Polres Binjai Diam-Diam Bantu Dua Kakak Beradik yang Bertahan Hidup di Jalanan
KitaMonitor – BINJAI | Di tengah sunyinya malam Kota Binjai, sebuah momen sederhana namun sarat makna berhasil menyentuh hati banyak orang. Seorang Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai yang enggan disebutkan identitasnya memilih menghentikan langkahnya saat melihat dua bocah laki-laki duduk di pinggir jalan.
Kedua bocah yang merupakan kakak beradik itu diketahui kerap menghabiskan waktu dan beristirahat di sekitar kawasan Makam Pahlawan, Kota Binjai, hanya dengan barang bawaan seadanya.
Tanpa didampingi sorotan kamera resmi maupun seremoni, pria yang mengenakan kaus hitam itu menghampiri mereka. Ia kemudian berjongkok di trotoar, menyapa dengan ramah, mengajak berbincang, dan menyerahkan sedikit bantuan sebagai bentuk kepedulian.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar dan menuai perhatian. Bukan karena besarnya bantuan yang diberikan, melainkan karena sikap tulus yang diperlihatkan kepada dua anak yang hidup dalam keterbatasan.
Kepada wartawan, Jumat (24/7/2026), PJU Polres Binjai tersebut menegaskan bahwa apa yang dilakukannya semata-mata didorong oleh rasa kemanusiaan.
“Tidak perlu sebut nama saya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling peka,” ujarnya.
Ia mengaku hatinya terenyuh saat melihat kedua kakak beradik itu masih berada di jalanan pada malam hari.
“Anak seusia mereka seharusnya berada di tempat yang lebih layak dan aman,” katanya.
Baginya, menyapa dan berbagi sedikit rezeki mungkin terlihat sederhana, namun kepedulian sekecil apa pun dapat memberi harapan bagi mereka yang sedang berjuang menjalani hidup.
Ia juga berharap ada perhatian yang lebih serius dari berbagai pihak terhadap anak-anak yang hidup dalam kondisi rentan.
“Saya berharap ke depan ada perhatian lebih dari pihak terkait, agar anak-anak seperti ini bisa mendapatkan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih layak,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas seorang aparat bukan hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga menumbuhkan rasa kemanusiaan di tengah masyarakat. Kepedulian yang ditunjukkan malam itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit, namun maknanya jauh lebih besar daripada yang terlihat.
Semoga kisah sederhana ini mampu mengetuk hati lebih banyak orang untuk peduli kepada anak-anak yang masih harus bertahan hidup di jalanan, karena terkadang sebuah sapaan, perhatian, dan uluran tangan mampu menjadi secercah harapan bagi masa depan mereka.KMN-Zai

