Dari Tenda Kecil Ke UMKM Center, Omzet Pedagang Lubuk Pakam Tembus Rp500 Ribu Per Hari
KitaMonitor – LUBUK PAKAM |Perubahan tempat berjualan ternyata mampu mengubah nasib pelaku usaha. Dari sebelumnya hanya mengandalkan tenda-tenda kecil di sekitar Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah, kini para pelaku UMKM di Lubuk Pakam memiliki lapak yang lebih nyaman dan representatif di UMKM Center Deli Serdang.
Bahkan, dampaknya mulai terasa langsung pada omzet.
Ketua Paguyuban UMKM Center, Ijon Tuah Purba, mengungkapkan omzet pedagang yang sebelumnya rata-rata hanya sekitar Rp100 ribu per hari, kini bisa menembus Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari setelah berjualan di lokasi baru tersebut.
“Sebelum ke sini per hari Rp100 ribuan, setelah di sini bisa di atas Rp400-500 ribu per hari,” ungkap Ijon saat berdialog dengan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, Minggu (6/9/2026).
UMKM Center tersebut resmi diresmikan Bupati Deli Serdang usai kegiatan jalan pagi bersama jajaran pimpinan perangkat daerah. Turut hadir Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Ketua TP PKK Deli Serdang, serta Staf Ahli I TP PKK Deli Serdang.
Berdiri di atas lahan seluas 3.349 meter persegi, UMKM Center memiliki 25 tenant yang diperuntukkan bagi pelaku usaha. Sebelum diresmikan, kawasan tersebut telah dimanfaatkan para pelaku UMKM selama kurang lebih dua bulan.
Bagi Ijon dan para pedagang lainnya, keberadaan UMKM Center bukan sekadar pemindahan lokasi jualan. Tempat tersebut dinilai menjadi langkah nyata pemerintah dalam memberikan ruang usaha yang lebih layak sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.
“Dari tenda-tenda kecil, kami diberi tempat yang istimewa. Ini tentu menjadi semangat bagi kami untuk naik kelas,” ujarnya.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menegaskan pemerintah daerah tidak ingin dukungan terhadap UMKM berhenti pada seremoni peresmian.
“Kalau ingin mengangkat harkat dan martabat UMKM, kita harus benar-benar memberikan support. Ini bukan seremonial belaka,” tegasnya.
Menurut Asri Ludin, UMKM Center merupakan salah satu model penataan ruang usaha yang dapat diterapkan di wilayah lainnya. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bahkan menargetkan konsep serupa dapat dikembangkan di 21 kecamatan lainnya.
“Saya mau ada di 22 kecamatan. Pemda yang akan bangun. Kita jadikan area seperti ini, ditata agar tidak kumuh dan semuanya dilakukan pemerataan,” katanya.
Tak hanya menyediakan tempat berjualan, Pemkab Deli Serdang juga mendorong pelaku UMKM memperkuat usaha melalui koperasi.
Seluruh pelaku UMKM yang berjualan di UMKM Center telah diarahkan menjadi anggota Koperasi Deli Serdang Sehat. Dua tenant bahkan dikembangkan menjadi Pondok UMKM dan toserba yang menjadi bagian dari unit usaha koperasi.
Asri Ludin juga mengingatkan para pedagang agar menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Kebersihan, kenyamanan dan kualitas produk disebut menjadi kunci agar UMKM Center tidak hanya ramai saat awal dibuka, tetapi mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
“Harganya murah, rasanya enak, bersih dan halal,” pesannya.
Dalam peresmian tersebut, Pemkab Deli Serdang juga menyerahkan bantuan kepada pelaku UMKM yang terdampak bencana, pencairan pembiayaan UMKM perdana melalui Bank Sumut, serta Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal.
Keberadaan UMKM Center diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Lubuk Pakam. Ke depan, lokasi ini ditargetkan mampu menjadi salah satu magnet ekonomi baru yang menarik masyarakat dari berbagai wilayah di Deli Serdang.
Bagi para pedagang, perubahan dari tenda kecil menuju lapak permanen telah memberikan harapan baru: usaha lebih nyaman, tempat lebih layak, dan omzet ikut terdongkrak.
“Jadikan unit usaha ini untuk menghidupi kehidupan. Mohon jaga dan rawatlah,” pesan Asri Ludin.KMN-Nasti

