Peredaran Sabu Menggila di Pangkalan Susu, Diduga Polisi Dituding Tutup Mata dan Bungkam
KitaMonitor – LANGKAT | Kinerja aparat penegak hukum di wilayah Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, menjadi sorotan tajam. Warga menilai pemberantasan narkoba di daerah tersebut melemah, bahkan diduga terjadi pembiaran terhadap maraknya peredaran sabu.
Kritik mengarah ke Kasat Narkoba Polres Langkat, AKP Amrizal Hasibuan. Ia dinilai tidak menunjukkan ketegasan di tengah semakin terbukanya aktivitas peredaran narkotika di wilayah yang dikenal sebagai kawasan industri minyak tersebut.
Saat dikonfirmasi jurnalis pada Jumat (15/5/2026), AKP Amrizal tidak memberikan respons terkait dugaan menjamurnya bandar narkoba, termasuk isu adanya keterlibatan oknum aparat. Sikap serupa juga ditunjukkan Wakapolsek Pangkalan Susu, IPTU W. Situmorang, yang tidak merespons konfirmasi.
Minimnya tanggapan dari aparat ini memicu kecurigaan di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengaku kerap melihat oknum aparat mendatangi lokasi yang diduga menjadi titik transaksi narkoba.
“Kami sering lihat aparat datang ke lokasi bandar. Tapi bukan penindakan, justru seperti ada hubungan tertentu,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sabtu (16/5/2026).
Namun demikian, tudingan tersebut belum terverifikasi dan belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak kepolisian.
Di lapangan, warga menyebut beberapa titik diduga menjadi pusat aktivitas peredaran sabu, seperti di Lorong Kurnia, Jalan Suratman, Jalan Pembangunan Ujung, hingga kawasan Pajak Kota dan Jalan Pelita Lingkungan II, Kelurahan Beras Basah.
Nama-nama yang disebut warga sebagai pengendali di lokasi tersebut juga beredar luas. Meski begitu, seluruh informasi tersebut masih bersifat dugaan dan belum dikonfirmasi oleh aparat penegak hukum.
Dampak sosial dari maraknya peredaran narkoba ini mulai dirasakan masyarakat. Warga mengeluhkan meningkatnya kriminalitas, keretakan rumah tangga, hingga munculnya gangguan kesehatan mental pada sejumlah pemuda yang diduga terpapar narkoba.
Praktisi hukum, Ferdinand Sembiring, menilai sikap diam aparat dalam merespons laporan masyarakat berpotensi memperburuk kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Narkoba adalah musuh bersama. Jika ada laporan masyarakat tidak ditindaklanjuti secara transparan, maka wajar muncul kecurigaan publik,” tegasnya.
Ia mendorong pengawasan internal kepolisian untuk turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran di wilayah tersebut, guna memastikan tidak ada pelanggaran atau penyimpangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Langkat maupun Polsek Pangkalan Susu terkait berbagai tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.KMN-Zai

