Krisis Air Bersih di Binjai, AMPI Soroti PDAM Tirtasari: Sering Mati, Keruh, Pelayanan Dinilai Gagal
KitaMonitor – BINJAI | Permasalahan layanan air bersih kembali menjadi sorotan di Kota Binjai. Warga mengeluhkan buruknya distribusi air dari PDAM Tirtasari yang dinilai tidak konsisten, bahkan kerap mati dan keruh dalam beberapa pekan terakhir.
Keluhan ini mendapat perhatian dari Wakil Sekretaris DPD AMPI Kota Binjai, Rizal Lubis. Ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya keseriusan PDAM dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Air merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan manusia. Ketika distribusinya bermasalah, apalagi berlangsung cukup lama, ini jelas bentuk kegagalan pelayanan publik yang tidak bisa dianggap sepele,” ujar Rizal saat dikonfirmasi, Sabtu (23/05/2026).
Menurutnya, gangguan layanan tidak hanya terjadi saat kondisi tertentu, tetapi sudah berlangsung berulang dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dinilai mencerminkan tidak optimalnya manajemen pelayanan oleh PDAM Tirtasari.
“Sudah beberapa pekan ini air sering mati. Kalau pun mengalir, kondisinya keruh dan tidak layak pakai. Ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, tapi masalah serius yang harus segera dibenahi,” tegasnya.
Rizal juga menyoroti kondisi saat terjadi pemadaman listrik. Ia menyebut, di sejumlah daerah lain, distribusi air tetap berjalan meski listrik padam, berbeda dengan yang terjadi di Binjai.
“Ketika listrik mati seharian, air juga ikut mati. Padahal di daerah lain, layanan air tetap bisa berjalan. Artinya, ada sistem yang tidak siap di sini,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendesak Direktur PDAM Tirtasari Kota Binjai untuk bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia juga meminta Dewan Pengawas PDAM tidak tinggal diam terhadap kondisi yang terus dikeluhkan masyarakat.
“Air yang diterima warga bahkan terlihat kotor dan seperti kubangan kerbau. Ini sangat memprihatinkan. Pengawasan harus diperketat, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Rizal mengingatkan, buruknya pelayanan air bersih berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap layanan pemerintah, khususnya di sektor kebutuhan dasar.
“Jangan sampai masyarakat menjadi antipati terhadap pelayanan publik. Air bersih ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.KMN-Andy

