Jalan Rusak Makan Korban, Pemuda–Mahasiswa Langkat Ultimatum Bupati: Jangan Sekadar Janji
KitaMonitor – Langkat |Gelombang protes terhadap buruknya infrastruktur jalan di Kabupaten Langkat memuncak. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Langkat Satu turun ke jalan, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Langkat, menuntut pemerintah daerah segera bertindak nyata atas kerusakan jalan yang dinilai telah lama dibiarkan.
Massa menegaskan, kondisi jalan rusak yang tersebar di berbagai wilayah bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, melainkan telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga. Sejumlah kecelakaan lalu lintas disebut terjadi akibat infrastruktur yang tidak layak, bahkan hingga menelan korban jiwa. (15/6/2026).
Usai berorasi, perwakilan massa diterima dalam audiensi bersama Bupati Langkat, H. Syah Afandin. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah menyampaikan bahwa perbaikan sejumlah ruas jalan telah dianggarkan dan akan dikerjakan sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun, jawaban tersebut langsung menuai kritik. Aliansi menilai pernyataan Bupati masih bersifat normatif dan belum menyentuh substansi persoalan, terutama terkait kepastian waktu pengerjaan, skala prioritas, serta jaminan kualitas proyek.
Pimpinan aksi, EW Gurky, menyebut kondisi jalan di Langkat sudah berada pada titik mengkhawatirkan. Ia menegaskan, persoalan ini hampir merata di 23 kecamatan dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta keselamatan masyarakat.
“Ini bukan lagi keluhan biasa. Hampir seluruh kecamatan mengalami hal yang sama. Jalan rusak menghambat mobilitas, merugikan ekonomi warga, dan yang paling parah, membahayakan nyawa. Masyarakat butuh aksi nyata, bukan jawaban normatif,” tegasnya.
Senada, Koordinator Lapangan Aldo Tarigan menyoroti belum terealisasinya janji politik terkait pembangunan infrastruktur. Ia menilai lambannya penanganan jalan rusak merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Janji perbaikan jalan sampai hari ini belum dirasakan sepenuhnya. Akibatnya, kecelakaan terus terjadi—korban luka hingga meninggal dunia. Ini tidak bisa terus dibiarkan. Pemerintah harus segera ambil langkah konkret,” ujarnya.
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Langkat Satu menegaskan tidak akan berhenti pada aksi kali ini. Mereka memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah daerah. Bahkan, aksi lanjutan disebut menjadi opsi jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat.
Desakan kini mengarah pada satu hal: pemerintah diminta berhenti bersembunyi di balik prosedur, dan segera menghadirkan solusi nyata sebelum korban berikutnya kembali berjatuhan.KMN-Zai

