GEMPAR! Razia BNN–TNI–Polri di Kos Binjai, 4 Penghuni Positif Narkoba, Bong Sabu Ditemukan – Pemilik Diduga ASN
KitaMonitor – BINJAI | Operasi gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai bersama TNI-Polri dan Satpol PP menggerebek sejumlah rumah kos pada Sabtu (6/6/2026) pagi. Hasilnya mengejutkan: empat penghuni dinyatakan positif narkoba dan alat isap sabu (bong) ditemukan di lokasi.
Kepala BNN Kota Binjai, Ucok Ferry, menegaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari Operasi Bersinar 2026 yang digelar untuk menekan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
“Ini merupakan perintah pimpinan dalam rangka Operasi Bersinar 2026. Sasaran kita adalah kos-kosan yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Razia dilakukan di dua titik, yakni di Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan dan Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur. Di lokasi pertama, petugas menjaring 30 penghuni kos yang mayoritas wanita muda. Beberapa pria juga ditemukan, termasuk pasangan yang berada dalam satu kamar.
Seluruh penghuni langsung menjalani tes urin. Hasilnya, dua orang dinyatakan positif narkoba, yakni perempuan berinisial MS dan pria berinisial PN.
“Di Binjai Estate ada 30 orang diperiksa, dua di antaranya positif,” jelas Ferry.
Petugas kemudian bergerak ke lokasi kedua di Sumber Karya. Di sana hanya ditemukan dua penghuni kos, namun keduanya juga dinyatakan positif narkoba, yakni pria berinisial DD dan perempuan berinisial CH.
“Dua orang diperiksa di lokasi kedua dan keduanya positif,” tambah Ferry.
Saat penyisiran di lokasi kedua, petugas juga menemukan dua alat isap sabu (bong) yang langsung diamankan sebagai barang bukti. Bahkan, beredar informasi bahwa pemilik kos diduga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Binjai.
“Barang bukti sudah kita amankan. Pemilik kos akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” tegas Ferry.
Keempat penghuni yang positif narkoba kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di BNN Kota Binjai. Mereka akan melalui proses asesmen untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Setelah interogasi di seksi pemberantasan, akan dilanjutkan asesmen di rehabilitasi. Kemungkinan diarahkan rawat inap di lembaga rehab,” pungkas Ferry.
BNN juga masih mendalami jenis narkoba yang digunakan oleh para penghuni, apakah sabu atau inex.KMN-Zai

