GEMA INTI Keluarkan Pernyataan Sikap, Desak Investigasi Dugaan Rasisme Seleksi Paskibraka Nasional
KitaMonitor – MAKASSAR | Polemik dugaan diskriminasi dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional terus bergulir. Kali ini, organisasi GEMA INTI (Generasi Muda Indonesia Tionghoa) secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap atas kasus yang menimpa calon peserta asal Makassar, Cathlyn.
Dalam pernyataan tertulisnya, GEMA INTI menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dugaan rasisme yang disebut-sebut menjadi alasan gugurnya Cathlyn dalam proses seleksi. Mereka menilai, jika tudingan tersebut benar, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip keadilan dan kesetaraan yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selasa (26/5/2026).
Ketua Umum GEMA INTI, Erfan Sutono, menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi perlakuan diskriminatif terhadap generasi muda Indonesia, terlebih dalam proses seleksi yang membawa nama negara.
“Setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk berprestasi dan mengabdi. Diskriminasi dalam bentuk apa pun tidak hanya melukai individu, tetapi juga mencederai semangat persatuan bangsa,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
GEMA INTI menilai, peristiwa ini berpotensi merusak nilai Bhinneka Tunggal Ika jika tidak ditangani secara terbuka dan adil. Mereka menekankan bahwa perbedaan latar belakang, termasuk etnis, seharusnya menjadi kekayaan bangsa, bukan dasar untuk membatasi kesempatan.
Dalam sikap resminya, GEMA INTI mendesak sejumlah langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait, khususnya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Di antaranya adalah melakukan klarifikasi terbuka dan investigasi menyeluruh atas dugaan diskriminasi, memastikan proses seleksi berjalan transparan dan objektif, serta menjamin keadilan bagi Cathlyn apabila ditemukan pelanggaran.
Selain itu, organisasi ini juga meminta negara menegaskan komitmennya dalam melindungi seluruh warga negara dari segala bentuk rasisme dan diskriminasi.
Sekretaris Jenderal GEMA INTI, Anto Yap, turut menekankan pentingnya menjadikan polemik ini sebagai momentum refleksi nasional.
“Berbeda bukan alasan untuk dibedakan. Masa depan Indonesia harus dibangun di atas persatuan, kesetaraan, dan saling menghormati,” demikian pesan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
GEMA INTI berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan ini secara bijak dan objektif, serta menjadikan kasus ini sebagai pengingat untuk terus memperkuat nilai keadilan dan inklusivitas dalam setiap proses seleksi nasional.
Hingga saat ini, polemik terkait pencoretan Cathlyn masih menjadi perhatian publik dan menunggu kejelasan lebih lanjut dari pihak penyelenggara seleksi.KMN-Zai

