Aksi Nyata Ucok Aang: Tanggung Biaya Korban Begal Sadis di Binjai, Jamin Hak Ujian Tetap Aman
KitaMonitor – BINJAI | Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Golkar, M. Yusuf, S.H., M.Hum., yang akrab disapa Ucok Aang, menunjukkan respons cepat dan konkret dengan menjenguk Yudha, pelajar SMA korban begal sadis, di RSUD Dr. RM. Djoelham, Binjai, Senin (11/05/2026).
Yudha dirawat di Ruang Nusa Indah Nomor 5 dalam kondisi lemah akibat luka-luka yang dideritanya. Melihat kondisi tersebut, Ucok Aang langsung mengambil langkah tegas dengan menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga sembuh.
“Sabar ya, Pak. Kuat ya. Untuk biaya berobat, ini saya tanggung semua,” ujar Ucok Aang kepada orang tua Yudha yang masih terpukul.
Tak hanya fokus pada pemulihan medis, Ucok Aang juga menyoroti masa depan pendidikan korban. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar Yudha tetap mendapatkan hak mengikuti ujian meski dalam masa pemulihan.
“Nanti saya hubungi Dinas Pendidikan, supaya pihak sekolah memberi dispensasi ujian,” tegasnya.
Dalam perbincangan di ruang perawatan, Ucok Aang mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi keberanian Yudha yang sempat melawan pelaku begal meski diancam senjata tajam.
“Pelawannya dia tadi? Yang satu jatuh? Hebat kamu, kuat ya,” ucapnya memberi semangat.
Peristiwa pembegalan itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan Sawo 3, Binjai Barat. Saat itu, Yudha sedang berkendara sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh pelaku hingga terjatuh.
Dalam kondisi terdesak, korban sempat berupaya mempertahankan sepeda motor Honda Vario miliknya. Namun, pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang mengeluarkan parang, membuat Yudha tak berdaya.
“Saya sempat mempertahankan kereta, tapi salah satu pelaku langsung mengeluarkan parang,” ungkap Yudha.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan sepeda motor dan barang berharganya, serta mengalami luka yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif.
Kehadiran Ucok Aang di tengah situasi ini menjadi dukungan moral sekaligus solusi nyata bagi keluarga korban. Ia juga memberikan nomor kontak pribadi dan meminta keluarga segera menghubunginya jika terdapat kendala lanjutan, baik terkait pengobatan maupun pendidikan.KMN-Zai

