Terpantau antrian panjang di SPBU di Jalan Soekarno Hatta Medan - Binjai
KitaMonitor – BINJAI | Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikaitkan dengan konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu kepanikan di tengah masyarakat Kota Binjai. Akibatnya, warga berbondong-bondong mendatangi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengisi tangki kendaraan mereka, Kamis (5/3/2026) malam.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU. Salah satu yang paling padat terlihat di SPBU 14.20711.63 yang berada di Jalan Soekarno-Hatta KM 18, Kecamatan Binjai Timur.
Di lokasi tersebut, ratusan sepeda motor serta puluhan mobil dan truk tampak mengantre hingga mencapai sekitar satu kilometer. Kendaraan yang mengular bahkan meluber hingga ke badan jalan sehingga sempat memicu kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Soekarno-Hatta.
Antrean panjang kendaraan masih terpantau hingga sekitar pukul 00.00 WIB, masyarakat rela mengantri panjang berjam-jam lamanya.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Rian, mengatakan kepadatan di SPBU dipicu oleh pesan berantai yang beredar luas di masyarakat. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa stok BBM dikhawatirkan akan menipis akibat konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
“Katanya minyak bakal langka karena perang. Makanya kami khawatir dan ramai-ramai datang ke SPBU untuk mengisi bahan bakar. Di pesan itu juga disebutkan stok minyak hanya cukup sekitar 20 hari lagi,” ujar Rian saat ditemui di lokasi antrean.
Hal serupa juga disampaikan Adit, pengendara lainnya yang turut mengantre. Ia mengaku terdorong mengisi bahan bakar lebih cepat setelah mendengar kabar bahwa pasokan BBM dapat terganggu akibat konflik internasional tersebut.
“Katanya karena perang Iran, Israel, dan Amerika, pasokan BBM bisa terhambat. Jadi saya ikut antre supaya tidak kehabisan kalau nanti benar terjadi kelangkaan,” katanya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah titik, antrean panjang tidak hanya terjadi di satu lokasi. Hampir seluruh SPBU di Kota Binjai dipadati kendaraan warga yang ingin memastikan tangki bahan bakar mereka terisi penuh.
Meski terjadi fenomena panic buying, hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi permainan harga BBM di tingkat SPBU. Namun, kepadatan kendaraan yang mengantre membuat arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama Kota Binjai menjadi tersendat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi BBM tetap berjalan normal dan dapat memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.KMN-Zai
