KitaMonitor – MOSKOW | Komandan unit militer sukarelawan Chechnya, Apti Alaudinov, menyatakan kesiapan pasukannya untuk membantu Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Alaudinov yang menjabat komandan unit khusus Akhmat Special Forces menyampaikan pernyataan tersebut melalui sebuah video yang beredar di media sosial dan kemudian dikutip sejumlah media Rusia, termasuk Russiya Afrique.
Dalam pernyataannya, Alaudinov menyerukan agar Rusia memberikan dukungan maksimal kepada Iran apabila konflik dengan Israel dan sekutunya terus meningkat.
“Kita harus memberikan kepada Iran semua yang kita bisa dan mendukung mereka sebanyak mungkin,” ujar Alaudinov dalam video tersebut.
Ia juga menyatakan kesiapan pribadi untuk memimpin langsung pasukannya jika ada perintah dari komando militer Rusia.
“Saya pribadi siap. Jika saya menerima perintah seperti itu, saya benar-benar siap, bahkan hari ini juga, untuk berangkat membantu saudara-saudara kami di Iran,” katanya.
Retorika Keras
Dalam pernyataannya, Alaudinov menggambarkan kemungkinan konflik di Iran sebagai pertempuran ideologis. Ia bahkan menyebutnya sebagai “perang suci” dan menggunakan retorika keras terhadap pihak yang dianggap sebagai lawan Iran.
Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Rusia maupun dari Kementerian Pertahanan Rusia yang mengonfirmasi rencana pengiriman pasukan ke Iran.
Latar Belakang Batalyon Akhmat
Unit Akhmat Special Forces merupakan kelompok militer sukarelawan yang dibentuk oleh pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov. Pasukan ini dikenal dekat dengan pemerintahan daerah Chechnya dan telah terlibat dalam berbagai operasi militer Rusia, termasuk dalam konflik di Ukraina.
Batalyon ini terdiri dari beberapa unit, antara lain Akhmat Utara, Selatan, Barat, dan Vostok-Akhmat. Mereka beroperasi sebagai bagian dari struktur militer Rusia dan sering disebut memiliki pengalaman tempur yang signifikan.
Situasi Timur Tengah Memanas
Pernyataan Alaudinov muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah laporan mengenai serangan udara Israel ke sejumlah target di wilayah Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang dapat melibatkan kekuatan global.
Para pengamat menilai pernyataan dari tokoh militer seperti Alaudinov menunjukkan adanya dukungan politik dan ideologis di sebagian kalangan militer Rusia terhadap Iran. Meski demikian, kebijakan resmi Moskow terhadap konflik tersebut hingga kini masih belum berubah dan cenderung berhati-hati.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi bahwa pasukan Rusia atau unit Akhmat akan benar-benar dikerahkan ke Iran.KMN-red/fb/indepthNTB
