Dinas Lingkungan Hidup Binjai rubah sampah menjadi pupuk magot
KitaMonitor – BINJAI | Peningkatan kemampuan dan gagasan dalam menciptakan nilai manfaat dari sampah terus menjadi prioritas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai di bawah kepemimpinan Ahmad Yani, STTP, MAP. Berbagai terobosan inovatif yang dilakukan terbukti mampu membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan persampahan sekaligus mendukung visi Kota Binjai sebagai kota bersih dan berkelanjutan.
Sejak awal menjabat, Ahmad Yani telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan yang secara intensif menjaga kebersihan dan keindahan tata kota. Satgas ini tidak hanya fokus pada pembersihan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.(29/1/2026).
Usai dilantik secara definitif sebagai Kepala DLH Kota Binjai, Ahmad Yani kembali menunjukkan komitmennya melalui gagasan-gagasan baru yang aplikatif dan berorientasi jangka panjang. Langkah-langkah tersebut bukan semata untuk mendapatkan pengakuan, melainkan sebagai wujud kepedulian dalam menjaga estetika kota serta mendukung visi dan misi Wali Kota Binjai dalam mewujudkan pengelolaan sampah terbaik di Sumatera Utara.
Hasil nyata dari kebijakan tersebut terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengalami penurunan signifikan. Hal ini terjadi karena sebagian besar sampah organik kini telah diolah langsung di area pengumpulan TPA.
Salah satu inovasi unggulan DLH Binjai adalah pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot. Setiap hari, ratusan kilogram limbah organik dari pasar tradisional, rumah tangga, dan sektor pertanian diolah menjadi pakan maggot.
Proses ini menghasilkan kasgot atau kotoran maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas tinggi, serta maggot yang dapat diolah menjadi pakan ternak.
“Alhamdulillah, program ini sudah mulai berjalan dengan baik. Dinas Lingkungan Hidup terus melahirkan gagasan inovatif dalam pengelolaan sampah di TPA. Semoga Allah memberikan kelancaran dan kemudahan dalam setiap langkah kita, serta memberikan hidayah kepada seluruh masyarakat Kota Binjai untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota,” ujar Ahmad Yani.
Selain budidaya maggot, DLH Binjai juga mengembangkan pembudidayaan cacing susu sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak seperti ayam dan ikan. Program ini dijalankan secara paralel dan telah memberikan dampak positif, khususnya bagi peternak lokal yang dapat menghemat biaya pakan hingga 40 persen.
“Selain maggot untuk pakan ikan dan ayam, sisa pakan maggot serta kotoran cacing susu juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik kaya nutrisi. Ke depan, program ini diharapkan menjadi wahana pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, Ahmad Yani juga menggagas pembuatan mesin pemisah sampah buatan lokal. Mesin tersebut dirancang sesuai dengan kondisi wilayah Kota Binjai dan menggunakan daya listrik yang relatif rendah, sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja dalam pemilahan sampah organik, non-organik, dan sampah padat.
“Dengan adanya mesin ini, proses pemilahan sampah menjadi lebih mudah dan optimal, sehingga sampah dapat dimanfaatkan kembali secara maksimal. Semoga kami terus diberi kekuatan untuk berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Binjai,” pungkasnya.
Berbagai inovasi yang dilakukan DLH Kota Binjai di bawah kepemimpinan Ahmad Yani menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.KMN-Zai
