Kapolda Sumut Sambangi Kantor INTI, Ketua Umum: Polisi Bersama Masyarakat Bukan Sekadar Jargon
KitaMonitor – MEDAN | Komitmen mendekatkan diri kepada masyarakat ditunjukkan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H., dengan menyambangi Kantor Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (DPD INTI) Sumatera Utara di Kompleks CBD, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (27/10/2026).
Kunjungan orang nomor satu di jajaran Polda Sumut tersebut disambut hangat Ketua DPD INTI Sumut Janlie, S.E., Ak., didampingi Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin, Ketua PINTI Sumut Sylvia Wong Fong Lan, Ketua PAC INTI Medan Syafii Salim, Ketua PAC INTI Binjai Erwin, Ketua PAC INTI Serdang Bedagai Budi, serta sejumlah tokoh etnis Tionghoa di Sumatera Utara.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus membangun sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara.
Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin mengaku bangga atas kedatangan Kapolda Sumut beserta jajaran. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat Polisi Bersama Masyarakat tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui komunikasi dan silaturahmi secara langsung.
“Mendapat informasi akan kedatangan Bapak Kapolda ke Kantor INTI Sumut, kami semua sangat bangga sekali. Memang ini adalah wujud nyata dari Polisi Bersama Masyarakat,” ungkap Indra Wahidin.
Ia juga menyinggung pesan Kapolda mengenai perubahan citra kepolisian yang semakin ramah dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pertemuan langsung seperti ini dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap berbagai program yang sedang dijalankan Polri.
“Tadi Bapak Kapolda mengatakan wajah polisi mulai cerah, banyak yang bilang ramah. Tetapi dengan kehadiran Pak Kapolda hari ini ke Kantor INTI Sumut, informasi ini yang awalnya 20 persen, hari ini naik menjadi 90 persen, karena yang hadir hari ini sudah meliputi 90 persen yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya.
Indra menilai, komunikasi langsung antara kepolisian dan tokoh masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan publik. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin memahami program kepolisian sekaligus berperan aktif mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Ketua DPD INTI Sumut Janlie menjelaskan bahwa INTI pada awalnya terbentuk pada 1999, setelah peristiwa kerusuhan Mei 1998. Organisasi tersebut hadir untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Tionghoa yang saat itu menghadapi persoalan diskriminasi.
Namun, seiring perkembangan zaman, INTI bertransformasi menjadi organisasi kebangsaan yang terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
Janlie menegaskan, INTI tidak hanya berkomitmen memperjuangkan kesetaraan, tetapi juga mendukung program pemerintah demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera.
Ia pun mengapresiasi langkah Kapolda Sumut yang memilih datang langsung untuk bersilaturahmi dengan organisasi kemasyarakatan.
“Biasanya, organisasi masyarakat yang mendatangi Polda untuk audiensi menemui Kapolda. Namun, sekarang justru Kapolda dan jajarannya yang datang bersilaturahmi ke Kantor INTI. Ini menunjukkan bahwa tagline Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto tentang Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar jargon,” ungkap Janlie.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari program Kapolri untuk memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat.
Sejak dipercaya menjabat sebagai Kapolda Sumut pada awal Oktober 2026, ia mengaku aktif mengunjungi berbagai organisasi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi terkait pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurutnya, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai persoalan keamanan, terutama peredaran narkoba dan perjudian yang masih menjadi tantangan di Sumatera Utara.
“Kedatangan saya kali ini juga ingin mengajak seluruh pengurus dan anggota INTI Sumut untuk bersama-sama mengentaskan peredaran narkoba dan perjudian di Sumatera Utara,” ujar Sonny.
Alumni Akademi Kepolisian tahun 1997 itu juga menitipkan empat pesan penting kepada pengurus INTI Sumut dan para tokoh etnis Tionghoa yang hadir.
Pertama, masyarakat diminta terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika, sehingga tidak mudah terprovokasi, dipecah belah, ataupun diadu domba.
Kedua, memperkuat sinergi dengan Polda Sumut untuk memberantas peredaran narkoba dari hulu hingga hilir. Ketiga, masyarakat diharapkan tidak lelah mendukung kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan.
Keempat, seluruh elemen masyarakat diminta ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk mendukung budaya tertib berlalu lintas di kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.
Sonny menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat yang ada di Sumatera Utara agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban guna menciptakan Sumatera Utara yang berdaulat dan berkeadilan,” tegasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara Polda Sumut dan INTI Sumut, tidak hanya dalam menjaga kondusivitas daerah, tetapi juga dalam membangun kepercayaan publik, memperkuat persatuan, serta menghadapi berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kerja sama semua pihak.KMN-Erwin

