Relokasi Pedagang Binjai Masih Abu-abu, Pemko Baru Tahap Diskusi dengan BKM Masjid Agung
KitaMonitor – BINJAI | Polemik relokasi pedagang kaki lima di Kota Binjai hingga kini belum menemukan kejelasan. Pemerintah Kota (Pemko) Binjai dinilai belum memiliki langkah konkret, setelah baru sebatas melakukan diskusi resmi dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung terkait rencana penempatan pedagang.
Pantauan di lokasi, pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Masjid Agung Binjai dan dihadiri langsung Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, bersama Kepala Dinas Koperasi, Sopyan Siregar, serta sejumlah perwakilan pedagang dari kawasan Jalan Olahraga.
Diskusi itu diterima Ketua BKM Masjid Agung, M. Yusuf yang akrab disapa Ucok Ang. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan konkret terkait lokasi relokasi, sehingga memunculkan tanda tanya di kalangan pedagang.
Sejumlah pedagang menyampaikan keluhan mereka yang sudah berhari-hari tidak bisa berjualan, berdampak langsung pada penghasilan dan kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saya tidak dapat bantuan pun tidak apa-apa, yang penting bisa jualan lagi di tempat semula,” ujar seorang pedagang wanita berhijab. Ia mengaku sempat mencoba berjualan di lokasi lain, namun tidak membuahkan hasil.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi Binjai, Sopyan Siregar, menegaskan bahwa pertemuan tersebut masih sebatas penjajakan awal.
“Ini masih tahap diskusi. Akan ada pembahasan lanjutan. Kami siap hadir untuk membantu mencari solusi bagi pedagang,” ujarnya.
Sikap berbeda justru ditunjukkan Sekda Binjai, Chairin Simanjuntak, yang enggan memberikan keterangan saat dimintai tanggapan oleh wartawan.
“Saya lagi ada acara, nanti saja,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Ketua BKM Masjid Agung, M. Yusuf, mengungkapkan bahwa kapasitas lokasi yang ditawarkan sangat terbatas.
“Kalau untuk pedagang, Masjid Agung hanya mampu menampung maksimal 10 pedagang kuliner dan minuman. Lebih dari itu tidak memungkinkan,” tegasnya.
Kondisi ini semakin memperjelas bahwa opsi relokasi ke Masjid Agung belum menjadi solusi menyeluruh. Dengan keterbatasan daya tampung dan belum adanya keputusan final dari Pemko Binjai, nasib para pedagang masih menggantung tanpa kepastian.KMN-Zai

