Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Binjai Hasilkan Karya Bernilai Ekonomis, Kalapas Mochamad Mukaffi Beri Apresiasi
KitaMonitor – BINJAI | Masa pidana bukan akhir dari perjalanan hidup. Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai, harapan untuk berubah, berkarya, dan membangun masa depan terus ditumbuhkan melalui program pembinaan kemandirian yang membekali warga binaan dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomis.
Melalui kegiatan pembuatan rangka, pengelasan, hingga pengecatan berbagai komponen, warga binaan didorong untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengasah kemampuan teknis. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mereka agar memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi, mengapresiasi semangat dan kreativitas warga binaan yang terus menunjukkan perkembangan positif dalam menghasilkan berbagai karya. Apresiasi tersebut menjadi dorongan agar mereka semakin tekun, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalani setiap proses pembinaan.
“Pembinaan keterampilan ini bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, mengembangkan potensi diri, dan membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan karya yang bermanfaat. Kami ingin menanamkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Mochamad Mukaffi, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama berada di dalam lapas diharapkan menjadi modal berharga bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan kemampuan teknis seperti pengelasan, pembuatan rangka, dan pengecatan, mereka diharapkan memiliki peluang untuk bekerja, membuka usaha, maupun mengembangkan keterampilan secara mandiri.
“Kami berharap, ketika kembali ke masyarakat nanti, warga binaan tidak hanya membawa pengalaman selama menjalani pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan, rasa percaya diri, dan semangat untuk hidup mandiri. Kami terus mendorong mereka agar menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk berubah, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik serta produktif,” tegasnya.
Pembinaan kemandirian ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sikap disiplin, ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut penting untuk mendukung kesiapan warga binaan menghadapi tantangan kehidupan setelah bebas.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Binjai berharap warga binaan mampu melihat masa depan dengan optimisme dan menjadikan keterampilan sebagai salah satu jalan untuk memperbaiki kehidupan. Hasil karya yang dihasilkan bukan hanya menjadi bukti proses belajar, tetapi juga simbol tumbuhnya harapan dan tekad untuk berubah.
Pemasyarakatan tidak semata-mata tentang menjalani hukuman, melainkan juga proses pembinaan agar warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif kepada masyarakat.KMN-Zai

