PB SEMMI Ingatkan Koperasi Merah Putih: Jangan Sampai UMKM Lokal Jadi Penonton!
KitaMonitor – JAKARTA | Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong tidak sekadar menjadi pembangunan kelembagaan ekonomi di tingkat desa, tetapi juga harus mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menegaskan, keberhasilan program tersebut harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi penggerak ekonomi di desa dan kelurahan.
Wasekjen PB SEMMI Bidang UMKM, Arifatullah Manik, S.Kom., menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih perlu membangun sinergi konkret dengan UMKM lokal agar keduanya dapat tumbuh bersama, bukan justru saling bersaing memperebutkan pasar yang sama.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (11/10/2026), sebagai bentuk dorongan agar pelaksanaan program koperasi turut memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat yang telah berjalan.
Menurut Arifatullah, koperasi dan UMKM mempunyai peran yang saling melengkapi dalam membangun ekonomi kerakyatan. Koperasi dapat memperkuat distribusi barang, pemasaran, dan rantai pasok, sementara UMKM berperan dalam produksi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan produk unggulan daerah.
“Koperasi Merah Putih harus menjadi mitra strategis UMKM, bukan pesaing usaha masyarakat. Pelaku UMKM harus dilibatkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi koperasi, mulai dari pemasok produk lokal hingga mitra pemasaran dan distribusi. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Arifatullah.
Ia mengingatkan, tanpa perencanaan yang matang dan pelibatan pelaku usaha lokal, keberadaan koperasi berisiko tidak memberikan manfaat optimal bagi UMKM yang sudah lebih dahulu berkembang. Karena itu, pemerintah dan pengurus koperasi didorong memetakan potensi ekonomi setempat sebelum menjalankan kegiatan usaha.
Warung kelontong, pedagang kecil, pengusaha rumahan, hingga produsen lokal dinilai perlu mendapatkan ruang untuk terlibat dalam rantai bisnis koperasi. Dengan pola kemitraan yang tepat, koperasi dapat menjadi saluran pemasaran baru bagi produk UMKM sekaligus memperluas jangkauan pasar mereka.
PB SEMMI juga mendorong kemitraan tersebut diwujudkan melalui perluasan akses pasar, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, literasi digital, serta akses pembiayaan yang bertanggung jawab dan sesuai ketentuan.
Tak hanya itu, transparansi pengelolaan dan evaluasi program dinilai penting untuk memastikan manfaat koperasi benar-benar dirasakan masyarakat. Menurut Arifatullah, indikator keberhasilan seharusnya tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas atau pembentukan kelembagaan, tetapi juga mencakup peningkatan omzet UMKM, perluasan jaringan pemasaran, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pertumbuhan pendapatan masyarakat.
“Jangan sampai UMKM hanya menjadi penonton dalam program yang bertujuan membangun ekonomi rakyat. Mereka harus menjadi bagian dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan usaha Koperasi Merah Putih. Koperasi harus tumbuh bersama pelaku UMKM agar tercipta ekosistem ekonomi desa yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari gerakan mahasiswa, PB SEMMI turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengurus koperasi, pelaku UMKM, dan mahasiswa. Mahasiswa dinilai dapat berkontribusi melalui edukasi kewirausahaan, pendampingan usaha, kajian kebijakan, hingga pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan program.
Arifatullah berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi UMKM lokal untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih besar.
“Koperasi yang kuat harus mampu memperkuat UMKM. Ketika koperasi dan pelaku usaha lokal tumbuh bersama, kita tidak hanya membangun lembaga ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Inilah semangat ekonomi kerakyatan yang perlu terus diperjuangkan,” tutup Arifatullah Manik, Wasekjen PB SEMMI Bidang UMKM.KMN-Nas

