AS kerahkan armada tempurnya, Iran siap melawan
KitaMonitor – TEHERAN | Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat menyusul rencana kedatangan sejumlah armada militer Amerika Serikat (AS) ke wilayah tersebut. Menyikapi hal itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan pasukannya berada dalam kondisi siaga tinggi.
Komandan Tertinggi IRGC, Jenderal Mohammad Pakpour, menegaskan bahwa seluruh elemen Garda Revolusi saat ini berada pada tingkat kesiapan maksimal dan siap menjalankan perintah pimpinan tertinggi Iran.
“Garda Revolusi Islam dan Iran tercinta lebih siap dari sebelumnya, dengan jari di pelatuk, untuk melaksanakan perintah dan arahan Panglima Tertinggi,” ujar Pakpour dalam pernyataan resminya.
Pakpour juga menyampaikan peringatan kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan langkah yang dinilai keliru atau salah perhitungan, yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh keterangan seorang pejabat senior Iran sebelumnya, yang menyebutkan bahwa militer Iran telah berada dalam kondisi siaga penuh. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk serangan terhadap Iran—baik berskala kecil maupun besar—akan dianggap sebagai tindakan perang terbuka.
Menurut pejabat tersebut, Iran akan merespons secara tegas dan keras terhadap setiap serangan yang mengancam kedaulatan negaranya.
Di sisi lain, dilaporkan bahwa gugus tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln milik Amerika Serikat tengah bergerak dari kawasan Samudra Hindia menuju Timur Tengah. Gugus tempur tersebut disebut terdiri dari kapal induk dan didampingi sedikitnya tiga kapal perusak.
Pergerakan armada AS ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, yang selama ini sudah diwarnai konflik berkepanjangan dan rivalitas strategis antara Iran, Amerika Serikat, serta sekutu-sekutunya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Amerika Serikat terkait peringatan yang disampaikan oleh Iran, dikutip dari tribun style.KMN-red
