Emas dan rupiah.
kitamonitor – MEDAN | Bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini ditransaksikan mixed dengan kecenderungan menguat. Sementara IHSG pada sesi pembukaan perdagangan ditransaksikan menguat di level 9.072.
IHSG pada hari ini berpeluang untuk bertahan di zona hijau hingga sesi penutupan perdagangan. Meski demikian potensi aksi ambil untung bisa saja terjadi pada IHSG setelah bertahan diatas level 9.000.
Menurut Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, pada perdagangan hari ini IHSG diproyeksikan akan ditransaksikan dalam rentang 8.970 hingga 9.050. Animo pelaku pasar untuk mengakumulasi emiten disaat IHSG di atas 9.000 cukup tinggi.
“Sementara itu, kinerja mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah tipis di level Rp16.865 per US Dolarnya,” sebutnya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026).
Jika mengacu pada kinerja imbal hasil US Treasury 10 tahun ditambah, dengan pelemahan kinerja USD Index, maka sebenarnya mata uang Rupiah berpeluang untuk menguat.
“Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang Rp16.830 hingga Rp16.870 per US Dolarnya. Rupiah diproyeksikan tidak akan beranjak jauh dari level penutupan sebelumnya ditengah minimnya sentimen ekonomi,” ujarnya.
Disisi lain harga emas pada perdagangan pagi terlihat alami koreksi. Walaupun demikian harga emas masih bertahan di atas $4.600 per ons troy, atau tepatnya dikisaran harga $4.612 per ons troy sejauh ini.
“Harga emas masih bertahan di kisaran 2.5 juta per gram. Dan ditengah minimnya sentimen pasar, diproyeksikan akan berada stabil di level yang tidak jauh berbeda,” tutupnya. KMN-R
